Selasa, 07 Juli 2015

MIMPI JADI NYATA


Kita mungkin tidak mengira siapa tubuh di balik jersey team sporting lisbon Portugal ini, wajahnya mirip-mirip dengan orang Amerika latin, namun ketika diperkenalkan dihadapan fans Sporting Lisbon pada tanggal 2 Juli pekan lalu, pemain ini memberikan kata sambutan berbahasa Indonesia, "Ini mimpi saya yang jadi nyata."
Ternyata anak itu adalah anak yang pada tahun 2004 lalu diombang-ambingkan ombak di tengah laut, bertahan hidup dengan air kelapa, air hujan dan daun-daunan yang tergenang di atas air laut. Selama 21 hari, ya.. selama 21 hari kurang 9 hari dari sebulan dia terombang-ambing di tengah laut karena bencana Tsunami yang melanda Aceh 11 tahun silam.
Martunis bocah 7 tahun itu adalah seorang pemberani, dengan keberanian dan perjuangan hidupnya ia mampu selamat dari bencana tsunami pada waktu itu. Pada saat itu Martunis ditemukan selamat dengan mengenakan jersey "kawe" timnas Portugal nomor punggung 10 bernama Rui Costa. Dan anak ini pun mendunia, seorang pemain terkenal bernama Christiano Ronaldo yang dikenal memiliki jiwa sosial yang luar biasa sengaja datang berkunjung ke Aceh untuk menemui Martunis dan mengangkatnya sebagai anak angkat. Ia tidak peduli jersey yang dikenakan Martunis adalah jersey KW yang banyak ditemukan di pasar-pasar. Yang dia tahu adalah ada anak berusia 7 tahun dengan keberanian bisa bertahan hidup selama 21 hari mengenakan timnas negaranya yaitu Portugal.
Rupanya CR7 alias Christiano Ronaldo tidak hanya sekedar pencitraan pada saat itu, dia terus memantau anak angkatnya hingga kini anak itu beranjak remaja dan sudah memiliki bakat bermain bola.
Di usianya yang ke 17, kini Martunis berkesempatan mencicipi akademi under 19 Sporting Lisbon mantan klub CR7 ketika mulai meniti karir di portugal.
Akhirnya, di balik bencana ternyata Tuhan punya skenario lain untuk Martunis, skenario yang pada pagi hari itu menggerakkan tangannya memakai jersey timnas Portugal, padahal bisa saja hari itu sebelum terjadinya Tsunami, tangan mungil Martunis menarik jersey Timnas Garuda yang ada di dalam lemarinya. Untungnya tidak dia lakukan, sebab jika itu dia lakukan, dia tidak akan berdiri di kota Lisbon di tengah fans Sporting Lisbon yang mengelu elukannya sebagai seorang pemberani dan mengatakan " Ini mimpi saya yang jadi nyata"